Selasa, 13 Oktober 2015
Gunakan Waktumu
Ketahuilah bahwasanya Al Qori’ah merupakan salah satu nama kiamat sebagaimana kiamat juga dinamakan Al Haqqoh dan Al Ghosiyah. Kenapa dinamakan demikian? Karena pada saat itu hati begitu gelisah karena terkejut (takut). Kemudian Allah berfirman,’Apa itu Al Qori’ah’? Konteks kalimat ini dalam konteks kalimat tanya. Para ulama mengatakan bahwa setiap konteks kalimat seperti ini menunjukkan sangat besar dan ngerinya perkara yang disebutkan. Pada ayat selanjutnya Allah berfirman, ’Pada hari itu manusia adalah seperti firosy yang bertebaran’. Apa itu firosy? Para ulama mengatakan bahwa firosy adalah binatang kecil yang beterbangan.
Nama Allah Dinyatakan dalam Bahasa Swahili
”Swahili”. Ketika mendengar kata
itu, banyak orang akan membayangkan Afrika dan binatang-binatang liar yang
berkeliaran di padang rumput Serengeti. Tetapi, ada lagi hal-hal menarik
tentang bahasa Swahili dan orang-orangnya.
SWAHILI adalah bahasa yang digunakan
oleh lebih dari 100 juta orang di setidaknya 12 negara di Afrika bagian
tengah dan timur. *
Itu merupakan bahasa resmi atau nasional di beberapa negara seperti Kenya,
Tanzania, dan Uganda. Dan di negara-negara sekitarnya, Swahili adalah bahasa
yang umum digunakan oleh orang-orang dari berbagai daerah untuk berdagang dan
berkomunikasi.
Bahasa Swahili sangat berperan dalam
menyatukan orang-orang di Afrika Timur. Misalnya, di Tanzania saja ada
setidaknya 114 bahasa suku. Bayangkan Anda pergi sejauh 40 sampai
80 kilometer dari rumah Anda dan kemudian bertemu dengan orang-orang yang
menggunakan bahasa yang sangat berbeda! Dan bahkan, bahasa tertentu hanya
digunakan oleh orang-orang yang tinggal di beberapa desa kecil. Bagaimana Anda
bisa berkomunikasi dengan mereka? Jelaslah, memiliki satu bahasa yang dikenal
umum sangat berguna.
Sejarah
Bahasa Swahili
Konon, bahasa Swahili telah
digunakan setidaknya sejak abad kesepuluh. Itu kemudian menjadi bahasa tertulis
pada abad ke-16. Orang-orang yang baru mempelajari bahasa Swahili akan
menyadari bahwa beberapa kata memiliki nuansa bahasa Arab. Malah, setidaknya
20 persen kosakata bahasa Swahili berasal dari Arab, dan selebihnya
berasal dari Afrika. Maka, tidaklah mengherankan bahwa selama ratusan tahun,
bahasa Swahili ditulis dengan huruf Arab.
Sekarang, bahasa Swahili ditulis
dengan huruf Latin. Mengapa? Apa yang terjadi? Untuk menjawabnya, kita harus
mundur ke pertengahan abad ke-19 saat misionaris pertama dari Eropa datang ke
Afrika Timur dan berniat untuk menyampaikan berita Alkitab kepada penduduk
asli.
Firman
Allah Tiba di Afrika Timur
Pada 1499, selama pelayaran terkenal
Vasco da Gama mengitari ujung selatan Afrika, misionaris Portugis
memperkenalkan agama Katolik di Afrika Timur dengan memulai suatu misi di
Zanzibar. Tetapi, 200 tahun kemudian, orang-orang Portugis dan
”Kekristenan” diusir dari daerah itu oleh penduduk setempat.
Setelah 150 tahun, barulah
Firman Allah kembali ke Afrika Timur. Sekarang, Firman itu dibawa oleh seorang
misionaris Jerman, Johann Ludwig Krapf. Saat ia tiba di Mombasa, Kenya, pada
1844, agama mayoritas di pesisir Afrika Timur adalah Islam, walaupun banyak
orang yang tinggal di pedalaman tetap menganut kepercayaan tradisional, yaitu
animisme. Krapf yakin bahwa Alkitab harus dapat dibaca oleh semua orang.
Tanpa membuang waktu, Krapf langsung
mempelajari bahasa Swahili. Pada Juni 1844, tidak lama setelah tiba di sana, ia
memulai tugas besar untuk menerjemahkan Alkitab. Sungguh menyedihkan, pada
bulan berikutnya, istri yang baru dinikahinya selama dua tahun meninggal dan
disusul beberapa hari kemudian oleh bayinya. Walaupun berduka, ia tetap
melanjutkan pekerjaan penting menerjemahkan Alkitab. Pada 1847, tiga pasal
pertama dari buku Kejadian diterbitkan dan menjadi karya tulis pertama yang
dicetak dalam bahasa Swahili.
Terjemahan Kejadian 1:1-3 ke bahasa
Swahili oleh Johann Krapf, 1847
Krapf adalah orang pertama yang
menggunakan huruf Latin dan bukannya huruf Arab dalam menulis Swahili. Salah
satu alasan ia tidak menggunakan huruf Arab adalah karena ”abjad Arab hanya
akan menyulitkan orang Eropa” yang akan mempelajari bahasa itu dan ”huruf Latin
akan memudahkan ’penduduk asli untuk mempelajari bahasa Eropa’”. Huruf Arab
tetap digunakan oleh beberapa orang hingga bertahun-tahun kemudian; bahkan, ada
bagian-bagian Alkitab yang diterbitkan dengan huruf tersebut. Tetapi, huruf
Latin memang memudahkan banyak orang untuk mempelajari bahasa Swahili. Tidaklah
mengherankan, banyak misionaris dan pelajar bahasa Swahili lainnya senang
akan perubahan ini.
Selain merintis penerjemahan Firman
Allah ke bahasa Swahili, Krapf membubuh dasar bagi penerjemah lain setelah dia.
Ia menerbitkan buku tata bahasa Swahili pertama, dan juga kamus pertama dalam
bahasa tersebut.
Nama
Allah dalam Bahasa Swahili
Sebagian dari Matius pasal 1 dalam
huruf Arab bahasa Swahili, 1891
Ketika tiga pasal awal buku Kejadian
diterbitkan pertama kali, nama Allah hanya diterjemahkan menjadi ”Allah Yang
Mahakuasa”. Tetapi, menjelang akhir abad ke-19, pria-pria lainnya sampai ke
Afrika Timur dan meneruskan pekerjaan menerjemahkan seluruh Alkitab ke bahasa
Swahili. Mereka antara lain: Johann Rebmann, William Taylor, Harry Binns,
Edward Steere, Francis Hodgson, dan Arthur Madan.
Yang patut diperhatikan dalam
terjemahan awal itu adalah dimasukkannya nama Allah, tidak hanya di beberapa
tempat tetapi di seluruh Kitab-Kitab Ibrani! Para penerjemah di Zanzibar
menyebut nama ilahi ”Yahuwa”, sedangkan mereka yang di Mombasa menyebutnya
”Jehova”.
Pada 1895, seluruh Alkitab sudah
tersedia dalam bahasa Swahili. Puluhan tahun kemudian, dibuat juga
terjemahan-terjemahan lainnya, walaupun beberapa di antaranya tidak
didistribusikan dengan luas. Pada awal abad ke-20, banyak upaya dilakukan untuk
membakukan bahasa Swahili di Afrika Timur. Ini menghasilkan Alkitab Swahili
Union Version pada 1952, yang paling luas peredarannya. Karena itu juga,
nama ”Yehova” menjadi terjemahan nama Allah yang paling umum dalam bahasa
Swahili.
Paragraf yang memuat nama Allah,
Yehuwa, di halaman pembuka dari ”Swahili Union Version”
Sayangnya, karena
terjemahan-terjemahan awal tersebut tidak dicetak lagi, nama ilahi ini juga
mulai menghilang. Beberapa terjemahan yang lebih baru menghilangkannya sama
sekali, dan yang lainnya mencantumkannya di beberapa ayat saja. Misalnya, dalam
Union Version, nama Allah hanya muncul 15 kali, dan dalam revisinya pada
2006, nama itu hanya tertera 11 kali. *
Terjemahan awal menerjemahkan nama
ilahi menjadi ”Yahuwa” dan ”Jehova”
Walaupun menghilangkan hampir semua
nama ilahi, terjemahan itu memiliki fitur yang patut diperhatikan. Terdapat
pernyataan gamblang bahwa nama Allah adalah Yehuwa, dan ini terpampang jelas di
salah satu halaman pembuka. Ini terbukti sangat membantu para pencari kebenaran
untuk mengetahui nama pribadi Bapak surgawi kita dari Alkitab mereka sendiri.
Namun, kisah ini belum berakhir.
Pada 1996, Kitab-Kitab Yunani Kristen Terjemahan Dunia Baru diterbitkan
dalam bahasa Swahili. Ini adalah terjemahan pertama dalam bahasa Swahili yang
mengembalikan nama Yehuwa sebanyak 237 kali dari buku Matius sampai
Penyingkapan (Wahyu). Kemudian pada 2003, diterbitkanlah Alkitab lengkap Kitab
Suci Terjemahan Dunia Baru dalam bahasa Swahili. Sampai sekarang, kedua
Alkitab ini telah dicetak sebanyak kira-kira 900.000 eksemplar.
Nama Allah tidak lagi digantikan
dengan gelar-gelar atau disisipkan sebagai keterangan dalam kata pengantar.
Sekarang, ketika orang-orang berhati tulus membuka Terjemahan Dunia Baru dalam
bahasa Swahili, mereka akan merasa lebih dekat kepada Yehuwa setiap kali membaca
nama-Nya yang muncul lebih dari 7.000 kali.
Terjemahan ini juga berupaya
menggunakan bahasa Swahili yang modern dan mudah dimengerti sehingga bisa
dipahami oleh semua pengguna bahasa Swahili di Afrika Timur. Selain itu,
beberapa kekeliruan yang telah menyusup ke dalam terjemahan Alkitab lain telah
diperbaiki. Sebagai hasilnya, para pembaca dapat merasa yakin bahwa mereka
sedang membaca ”kata-kata kebenaran yang tepat” seperti yang diilhamkan oleh
Pencipta kita, Allah Yehuwa.—Pengkhotbah 12:10.
Banyak orang senang menggunakan
”Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru” bahasa Swahili
Banyak yang menyatakan penghargaan
atas Terjemahan Dunia Baru dalam bahasa Swahili. Vicent, seorang
penginjil sepenuh waktu Saksi-Saksi Yehuwa yang berusia 21 tahun
mengatakan, ”Saya sangat senang karena Terjemahan Dunia Baru menggunakan
bahasa Swahili yang mudah dimengerti dan nama Yehuwa yang dihilangkan oleh
terjemahan lain telah dikembalikan ke tempatnya yang semula.” Frieda, ibu dari
tiga anak, merasa bahwa terjemahan ini memudahkannya untuk menjelaskan
kebenaran Alkitab kepada orang-orang lain.
Sejak permulaannya, pekerjaan
menerjemahkan Firman Allah ke bahasa Swahili telah berlangsung selama
150 tahun. Yesus mengatakan, ”Aku telah membuat namamu nyata.” (Yohanes 17:6) Sekarang,
dengan menggunakan Terjemahan Dunia Baru, Saksi-Saksi Yehuwa berbahasa
Swahili yang berjumlah lebih dari 76.000 di Afrika bagian tengah dan timur
bersukacita karena bisa ikut menyatakan nama Yehuwa kepada semua orang.
Langganan:
Postingan (Atom)


![[Keterangan Gambar]](file:///C:\Users\User\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.jpg)
![[Keterangan Gambar]](file:///C:\Users\User\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image004.jpg)
![[Keterangan Gambar]](file:///C:\Users\User\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image005.jpg)
![[Keterangan Gambar]](file:///C:\Users\User\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image006.jpg)


